Kamis, 17 November 2016

Resuman Makalah ” Islam Pada Masa Nabi Muhammad Sampai Masa Daulah Bani Abbasiyah (munculnya Daulah-Daulah kecil )”



NAMA : Sahrul Badri
NIM : 11150340000204
Resuman Makalah
” Islam Pada Masa Nabi Muhammad Sampai Masa Daulah Bani Abbasiyah (munculnya Daulah-Daulah kecil )”
 

Rasulullah Saw mempunyai dua kedudukan dalam dakwah dan risalahnya yakni kedudukan sebagai kepala Agama dan Negara. Dengan kata lain, dalam diri Rasulullah terdapat dua unsur kekuasaan yakni kekuasaan spiritual dan duniawi sehingga kedudukanya sebagai Rasul secara otomatis juga sebagai kepala Negara.
§  Beliau Saw pergi meninggalkan dunia tidak meninggalkan apapun berupa harta. Ia pergi meninggalkan dunia sama seperti ia dating. Namun sebagai peninggalanya, ia telah memberikan agama yang lurus kepada umat manusia, ia telah merintis jalan kebudayaan islam yang telah menaungi dunia sebelumnya dan akan menaungi dunia kemudian. Ia telah menanamkan ajaran tauhid. Manusia sekarang diajak melakukan perbuatan yang baik dan takwa. Kemudian ia telah meninggalakan kitabullah buat manusia sebagai rahmat dan petunjuk.
§  Sebagai kepala Negara Rasulullah meletakkan empat dasar-dasar utama dalam membangun pemerintahan di Madinah yakni pembangunan masjid, ukhuwah islamiyah, hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama islam, meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi dan sosial untuk masyarakat baru. Sehingga dalam pemerintahan islam di Madinah dibawah kepemimpinan Nabi Muhammad Saw mengalami perubahan yang signifikan baik dari ekonomi, sosial, politik, pendidikian, budaya dan keagamaan.
§  Perkembangan islam pada masa khulafaurrasyidin mengalami kemajuan yang pesat, hal tersebut ditandai dengan berbagai hal, misalnya : perluasan wilayah kekuasaan, pembangunan sarana ibadah, pengembangan Ilmu pengetahuan, pertahanan militer, dan lain-lain.
Umat islam masih betul-betul berpegang teguh kepada Agama Allah yang lurus.dalam artian ajaran islam dijadikan sebagai dasar Negara. Apa yang diperintahkan oleh agama diyakini sebagai kebenaran mutlakdan mereka tidak ragu terhadap ajaran islam.
Disamping perkembangan islam yang pesat pada masa khulafaurrasyidin juga terdapat banyak hambatan, yaitu :
1.      Munculnya nabi-nabi palsu setelah meninggalanya Rasulullah Saw.
2.      Munculnya kelompok-kelompok pemberontakan baik dari luar Islam maupun dari dalam Islam itu sendiri.
3.      Terjadinya perpecahan kaum muslimin yang dipicu oleh kelompok-kelompok tertentuyang berkeinginan menduduki posisi kekhalifaan. Salah satu contoh tokoh yang terkenal berambisi merebut kekuasaan adalah Mu’awiah dan Zubair dan banyak lagi lainya.
4.      Usaha-usaha yang dilakukan umat Islamdalam menghadapi hambatan-hambatan yang terjadi pada masa khulafaurrasyidin yaitu :
a.      Para nabi palsu dibasmi, baik dengan cara damai, maupun diperangi.
b.      Dalam mengatasi pemberontakanjuga ditempuh dua carayaitu perjanjian damai dan perang, namun usaha yang dilakukan dalam mengatasi maslah ini tidak berhasil, hingga akhirnya Ali bin Abu Thalib meninggal terbunuh. Justru keadaan menjadi damai kembaliketika Hasan ibnu Ali menyerahkan tahta kepemimpinan kepada Mu’awiah yang sangat berambisi menjadi pemimpin kaum muslimin. Dengan penyerahan kekuasaan itu, maka berkhirlah pemerintahan khulafaurrasyidin.
§  Dinasti umayyah diambil dari nama Umayyah ibn Abdi Syams ibn Abdi Manaf, dinasti ini sebenarnya mulai dirintis semenjak masa kepemimpinan khalifah Utsman bin Affan namun baru kemudian berhasil dideklarasikan dan mendapat pengakuan kedaulatan oleh seluruh rakyat setelah khalifah Ali terbunuh dan Hasan ibn Ali yang diangkat oleh kaum muslimin di Irak menyerahkan kekuasaanya pada Mu’awiah setelah melakukan perundingan dan perjanjian. Bersatunya umat muslim pada satu kepemimpinan pada tahun itu disebut dengan tahun jama’ah (Am al-jama’ah) tahun 41 H (661 M).
System pemerintahan Dinasti Bani Umayyah diadopsi dari kerangka pemerintahan Bizantium, dimana ia menhapus system tradisional yang cendrung pada kesukuan. Pemilihan khalifah dilakukan dengan sistem turun temurun atau kerajaan,  hal ini dimulai oleh Umayyah ketika menunjuk anaknya Yazid untuk meneruskan  pemerintahan yang dipimpinya pada tahun 679 M.
Pada masa kekuasaan yang hampir satu abad, dinasti ini banyak mencapai kemajuan. Diantaranya adalah : kekuasaan territorial yang mencapai wilayah Afrika Utara, India dan benua Eropa, pemisahan kekuasaan, pembagian wilayah kedalam 10 provensi, kemajuan bidang administrasi pemerintahan dengan pembentukan dewan-dewan, organisasi keuangan dan percetakan uang, kemajuan militer yang terdiri dari angkatan darat dan angkatan laut, organisasi kehakiman, bidang sosial dan budaya, bidang seni dan sastra, bidang seni rupa, bidang arsitektur, dan dalam bidang pendidikan.
Kemunduran dan kehancuran Dinasti Bani Umayyah disebabkan oleh banyak factor, diantaranya adalah : perebutan kekuasaan antara keluarga kerajaan,konflik berkepanjangan dengan golongan oposisi Syi’ah dan Khawarij, pertentangan etnis suku Arab Utara dan suku Arab Selatan, ketidak cakapan para khalifah dalam memimpin pemerintahan dan kecendrungan mereka yang hidup mewah, penggulingan oleh bani Abbas yang didukung penuh oleh Bani Hasyim, kaum Syi’ah dan golongan Mawali.
§  Bani Abbasiyah merupakan pemerintahan umat Islam yang merupakan masa keemasan dan kejayaan dari perdaban umat Islam yang pernah ada. Pada masa Bani Abbasiyah kekayaan Negara melimpah ruah dan kesejahtraan rakyat sangat tinggi. Pusat perdaban Islam mengalami kemajuan yang pesat sehingga pada masa ini banyak muncul para tokoh ilmuan dari kalangan umat Islam, baik itu ilmu pengetahuan yang bersifat umum seperti ilmu kedokteran yang telah mencetak dokter seperti Ibn Sina, Ibn Rusyd dan lain-lainya, sehingga pada masa ini telah ada lebih dari 800 dokter yang berada di kota Baghdad. Dalam bidang matematika melahirkan ilmuan bernama Al-Khawarizmi yang merupakan penemu angka Nol. Demikian juga dalam bidang ilmu Agama, adanya perkembangan ilmu tafsir, ilmu kalam, filsafat islam, dan ilmu tashauf, yang  juga melahirkan tokoh-tokoh dibidang ilmu masing-masing. Pada pemerintahan khalifah Harun Ar-rasyid kesejahtraan umat sangat terjamin, karna pada inilah puncak nkejayaan Bani Abbasiyah, pembangunan dilakukan dimana-mana, baik pembangunan rumah sakit, irigasi, dan pemandian-pemandian umum.
Namun diakhir pemerintahan khalifah Bani Abbasiyah, islam mengalami keterpurukan yang sangat parah. Hal ini disebabkan serangan dari tentara Mongol yang telah menghancurkan pusat perdaban umat islam di Baghdad dan menghancurkan pusat ilmu pengetahuan yaitu Baitul Hikmah, yang berisi buku-buku karangan pakar ilmu umat islam yang tak ternilai harganya.
§  Pada periode pertama, sebenarnya banyak tantangan dan gangguan yang dihadapi dinasti Abbasiyah, beberapa gerakan politik yang merongrong pemerintah dan mengganggu stabilitas muncul dimana-mana, baik gerakan dari kalangan intern Bani Abbas sendiri maupun dari luar. Namun, semuanya diatasi dengan baik.
Perkembangan peradaban dan kebudayaan serta kemajuan besar yang dicapai dinasti Abbasiyah pada periode pertama telah mendorong para penguasa untuk hidup mewah, setiap khalifah cendrung ingin lebih mewah dari pendahulunya. Kecendrungan bermewah-mewah ditambah dengan kelemahan khalifah dan factor lainya menyebabkan roda pemerintahan terganggu dan rakyat menjadi miskin. Kondisi demikian member peluang tentara pfofesional asal turki yang diangkat pada masa Al-Mu’tasim untuk mengambil alih pemerintahan. Usaha mereka berhasil dan secara tak langsung pemerintahan sebenarnya dikendalikan oleh tentara professional dan khalifah Bani Abbas hanyalah sebagai symbol belaka, dan ini merupakan awal dari keruntuhan dinasti ini yang menyebabkan disintegrasi.
Ada beberapa kemungkinan bias jadi khalifah Abbasiyah hanya mementingan pembinaan peradaban pada politik dan ekspansi, dan kemungkinan yang lainkarna para khalifah sudah cukup puas dengan pengakuan nominal dari provensi-provensi tertentu dengan pembayaran upeti. Alasanya karna para khalifah Abbas tidak cukup puas untuk mereka tunduk sepenuhnya.
Akibat dari kebijakan yang demikian, maka provensi-provensi tertentu di pinggiran sudah mulai melepaskan diri dari kekuasaan Bani Abbas , ini terjadi dari salah satu dari dua cara :
Pertama , seorang pemimpin local memimpin suatu pemberontakan dan berhasil memperoleh kemenangan dan kemerdekaan penuh.
Kedua, seseorang yang ditunjuk menjadi Gubernur oleh khalifah, karena kedudukanya semakin kuat, maka ia melepaskan diri dan mendirikan dinasti baru seperti daulah Aghlabiyah ditunisia.
Factor-faktor yang mengakibatka daerah memerdekakan diri antara lain :
a.      Keluasan wilayah kekuasaan daulat Abbasiyah yang tidak diimbangi dengan upaya komunikasi antara pusat dan daerah.
b.      Tingkat kepercayaan dialektis para penguasa dan pelaksana pemerintahan sangat rendah.
c.       Keprofesian angkatan bersenjata mengakibatkan tingkat ketergantungan khalifah kepada mereka sangat tinggi.
d.      Kesulitan kondisi keuangan Negara.
e.      Perebutan kekuasaan di pusat pemerintahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar