NAMA : Sahrul Badri
NIM :
11150340000204
Resuman Makalah
” Islam Pada Masa Nabi Muhammad Sampai Masa
Daulah Bani Abbasiyah (munculnya Daulah-Daulah kecil )”
Rasulullah
Saw mempunyai dua kedudukan dalam dakwah dan risalahnya yakni kedudukan sebagai
kepala Agama dan Negara. Dengan kata lain, dalam diri Rasulullah terdapat dua
unsur kekuasaan yakni kekuasaan spiritual dan duniawi sehingga kedudukanya
sebagai Rasul secara otomatis juga sebagai kepala Negara.
§ Beliau Saw pergi meninggalkan dunia tidak meninggalkan
apapun berupa harta. Ia pergi meninggalkan dunia sama seperti ia dating. Namun
sebagai peninggalanya, ia telah memberikan agama yang lurus kepada umat
manusia, ia telah merintis jalan kebudayaan islam yang telah menaungi dunia
sebelumnya dan akan menaungi dunia kemudian. Ia telah menanamkan ajaran tauhid.
Manusia sekarang diajak melakukan perbuatan yang baik dan takwa. Kemudian ia
telah meninggalakan kitabullah buat manusia sebagai rahmat dan petunjuk.
§ Sebagai kepala Negara Rasulullah meletakkan empat dasar-dasar
utama dalam membangun pemerintahan di Madinah yakni pembangunan masjid, ukhuwah
islamiyah, hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama
islam, meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi dan sosial untuk masyarakat
baru. Sehingga dalam pemerintahan islam di Madinah dibawah kepemimpinan Nabi
Muhammad Saw mengalami perubahan yang signifikan baik dari ekonomi, sosial,
politik, pendidikian, budaya dan keagamaan.
§ Perkembangan islam pada masa khulafaurrasyidin
mengalami kemajuan yang pesat, hal tersebut ditandai dengan berbagai hal,
misalnya : perluasan wilayah kekuasaan, pembangunan sarana ibadah, pengembangan
Ilmu pengetahuan, pertahanan militer, dan lain-lain.
Umat
islam masih betul-betul berpegang teguh kepada Agama Allah yang lurus.dalam
artian ajaran islam dijadikan sebagai dasar Negara. Apa yang diperintahkan oleh
agama diyakini sebagai kebenaran mutlakdan mereka tidak ragu terhadap ajaran
islam.
Disamping
perkembangan islam yang pesat pada masa khulafaurrasyidin juga terdapat banyak
hambatan, yaitu :
1.
Munculnya
nabi-nabi palsu setelah meninggalanya Rasulullah Saw.
2.
Munculnya
kelompok-kelompok pemberontakan baik dari luar Islam maupun dari dalam Islam
itu sendiri.
3.
Terjadinya
perpecahan kaum muslimin yang dipicu oleh kelompok-kelompok tertentuyang
berkeinginan menduduki posisi kekhalifaan. Salah satu contoh tokoh yang
terkenal berambisi merebut kekuasaan adalah Mu’awiah dan Zubair dan banyak lagi
lainya.
4.
Usaha-usaha
yang dilakukan umat Islamdalam menghadapi hambatan-hambatan yang terjadi pada
masa khulafaurrasyidin yaitu :
a.
Para nabi
palsu dibasmi, baik dengan cara damai, maupun diperangi.
b.
Dalam
mengatasi pemberontakanjuga ditempuh dua carayaitu perjanjian damai dan perang,
namun usaha yang dilakukan dalam mengatasi maslah ini tidak berhasil, hingga
akhirnya Ali bin Abu Thalib meninggal terbunuh. Justru keadaan menjadi damai
kembaliketika Hasan ibnu Ali menyerahkan tahta kepemimpinan kepada Mu’awiah
yang sangat berambisi menjadi pemimpin kaum muslimin. Dengan penyerahan
kekuasaan itu, maka berkhirlah pemerintahan khulafaurrasyidin.
§ Dinasti umayyah diambil dari nama Umayyah ibn Abdi
Syams ibn Abdi Manaf, dinasti ini sebenarnya mulai dirintis semenjak masa
kepemimpinan khalifah Utsman bin Affan namun baru kemudian berhasil
dideklarasikan dan mendapat pengakuan kedaulatan oleh seluruh rakyat setelah
khalifah Ali terbunuh dan Hasan ibn Ali yang diangkat oleh kaum muslimin di
Irak menyerahkan kekuasaanya pada Mu’awiah setelah melakukan perundingan dan
perjanjian. Bersatunya umat muslim pada satu kepemimpinan pada tahun itu
disebut dengan tahun jama’ah (Am al-jama’ah) tahun 41 H (661 M).
System
pemerintahan Dinasti Bani Umayyah diadopsi dari kerangka pemerintahan
Bizantium, dimana ia menhapus system tradisional yang cendrung pada kesukuan.
Pemilihan khalifah dilakukan dengan sistem turun temurun atau kerajaan, hal ini dimulai oleh Umayyah ketika menunjuk
anaknya Yazid untuk meneruskan pemerintahan yang dipimpinya pada tahun 679 M.
Pada
masa kekuasaan yang hampir satu abad, dinasti ini banyak mencapai kemajuan.
Diantaranya adalah : kekuasaan territorial yang mencapai wilayah Afrika Utara,
India dan benua Eropa, pemisahan kekuasaan, pembagian wilayah kedalam 10
provensi, kemajuan bidang administrasi pemerintahan dengan pembentukan
dewan-dewan, organisasi keuangan dan percetakan uang, kemajuan militer yang
terdiri dari angkatan darat dan angkatan laut, organisasi kehakiman, bidang
sosial dan budaya, bidang seni dan sastra, bidang seni rupa, bidang arsitektur,
dan dalam bidang pendidikan.
Kemunduran
dan kehancuran Dinasti Bani Umayyah disebabkan oleh banyak factor, diantaranya
adalah : perebutan kekuasaan antara keluarga kerajaan,konflik berkepanjangan
dengan golongan oposisi Syi’ah dan Khawarij, pertentangan etnis suku Arab Utara
dan suku Arab Selatan, ketidak cakapan para khalifah dalam memimpin
pemerintahan dan kecendrungan mereka yang hidup mewah, penggulingan oleh bani
Abbas yang didukung penuh oleh Bani Hasyim, kaum Syi’ah dan golongan Mawali.
§ Bani Abbasiyah merupakan pemerintahan umat Islam yang
merupakan masa keemasan dan kejayaan dari perdaban umat Islam yang pernah ada.
Pada masa Bani Abbasiyah kekayaan Negara melimpah ruah dan kesejahtraan rakyat
sangat tinggi. Pusat perdaban Islam mengalami kemajuan yang pesat sehingga pada
masa ini banyak muncul para tokoh ilmuan dari kalangan umat Islam, baik itu
ilmu pengetahuan yang bersifat umum seperti ilmu kedokteran yang telah mencetak
dokter seperti Ibn Sina, Ibn Rusyd dan lain-lainya, sehingga pada masa ini
telah ada lebih dari 800 dokter yang berada di kota Baghdad. Dalam bidang
matematika melahirkan ilmuan bernama Al-Khawarizmi yang merupakan penemu angka
Nol. Demikian juga dalam bidang ilmu Agama, adanya perkembangan ilmu tafsir, ilmu
kalam, filsafat islam, dan ilmu tashauf, yang
juga melahirkan tokoh-tokoh dibidang ilmu masing-masing. Pada
pemerintahan khalifah Harun Ar-rasyid kesejahtraan umat sangat terjamin, karna
pada inilah puncak nkejayaan Bani Abbasiyah, pembangunan dilakukan dimana-mana,
baik pembangunan rumah sakit, irigasi, dan pemandian-pemandian umum.
Namun
diakhir pemerintahan khalifah Bani Abbasiyah, islam mengalami keterpurukan yang
sangat parah. Hal ini disebabkan serangan dari tentara Mongol yang telah
menghancurkan pusat perdaban umat islam di Baghdad dan menghancurkan pusat ilmu
pengetahuan yaitu Baitul Hikmah, yang berisi buku-buku karangan pakar ilmu umat
islam yang tak ternilai harganya.
§ Pada periode pertama, sebenarnya banyak tantangan dan
gangguan yang dihadapi dinasti Abbasiyah, beberapa gerakan politik yang
merongrong pemerintah dan mengganggu stabilitas muncul dimana-mana, baik
gerakan dari kalangan intern Bani Abbas sendiri maupun dari luar. Namun,
semuanya diatasi dengan baik.
Perkembangan
peradaban dan kebudayaan serta kemajuan besar yang dicapai dinasti Abbasiyah
pada periode pertama telah mendorong para penguasa untuk hidup mewah, setiap
khalifah cendrung ingin lebih mewah dari pendahulunya. Kecendrungan
bermewah-mewah ditambah dengan kelemahan khalifah dan factor lainya menyebabkan
roda pemerintahan terganggu dan rakyat menjadi miskin. Kondisi demikian member
peluang tentara pfofesional asal turki yang diangkat pada masa Al-Mu’tasim
untuk mengambil alih pemerintahan. Usaha mereka berhasil dan secara tak langsung
pemerintahan sebenarnya dikendalikan oleh tentara professional dan khalifah
Bani Abbas hanyalah sebagai symbol belaka, dan ini merupakan awal dari
keruntuhan dinasti ini yang menyebabkan disintegrasi.
Ada
beberapa kemungkinan bias jadi khalifah Abbasiyah hanya mementingan pembinaan
peradaban pada politik dan ekspansi, dan kemungkinan yang lainkarna para
khalifah sudah cukup puas dengan pengakuan nominal dari provensi-provensi
tertentu dengan pembayaran upeti. Alasanya karna para khalifah Abbas tidak
cukup puas untuk mereka tunduk sepenuhnya.
Akibat
dari kebijakan yang demikian, maka provensi-provensi tertentu di pinggiran
sudah mulai melepaskan diri dari kekuasaan Bani Abbas , ini terjadi dari salah
satu dari dua cara :
Pertama ,
seorang pemimpin local memimpin suatu pemberontakan dan berhasil memperoleh
kemenangan dan kemerdekaan penuh.
Kedua,
seseorang yang ditunjuk menjadi Gubernur oleh khalifah, karena kedudukanya
semakin kuat, maka ia melepaskan diri dan mendirikan dinasti baru seperti
daulah Aghlabiyah ditunisia.
Factor-faktor
yang mengakibatka daerah memerdekakan diri antara lain :
a.
Keluasan
wilayah kekuasaan daulat Abbasiyah yang tidak diimbangi dengan upaya komunikasi
antara pusat dan daerah.
b.
Tingkat
kepercayaan dialektis para penguasa dan pelaksana pemerintahan sangat rendah.
c.
Keprofesian
angkatan bersenjata mengakibatkan tingkat ketergantungan khalifah kepada mereka
sangat tinggi.
d.
Kesulitan
kondisi keuangan Negara.
e.
Perebutan
kekuasaan di pusat pemerintahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar